Sabtu, 09 November 2013

Aku , Dia dan Tuhan dalam Cinta

Jika Aku mencintainya karena kecantikannya, bagaimana bisa Aku mencintai Tuhan yang tak tampak wajahnya?. Bukankah perasaan cinta dalam diriku adalah serpihan kecil cinta Tuhan kepada hambanya? Akankah ku melupakan Tuhan ketika ada butiran cinta yang tidak ada artinya jika dibandingkan bongkahan cinta Tuhan kepadaku? Bukankah dia hanya ciptaan Tuhan? Bukankah Tuhan pencipta segalanya, termasuk perasaan cinta? Lantas kenapa ku harus mencintaimu berlebihan seperti ini, yang lebih bodoh lagi ketika namamu lebih sering ku sebut daripada zikirku pada Tuhan, sementara Tuhanlah yang menciptakan kita dan segala yang ada dalam diri kita, termasuk perasaan cinta. Sorry....akan kutunggalkan Tuhan dalam Cintaku, saya hanya akan cukupkan kasih sayangku padamu, sebab kasih sayangku padamu adalah "cinta" yang disematkan Tuhan dalam jiwaku.

Rahmatullah Andi Arno / Makassar 09.11.13

Rabu, 06 November 2013

Ibu , Ajariku tuk memilih pendamping hidupku !


Suatu hari, seorang anak lelaki bertanya pada Sang Ibu…
“ Bu, Jika kelak anakmu ini akan menikah. Istri seperti apa yang mesti kupilih? “
Sang ibu yang bijak pun menjawab,
“Nak, seorang istri yang baik adalah dia yang saatkau pandang hilanglah resahmu.
Saat kau bersamanya tentram hatimu. Saat kau pamit menjemput riski, ia lambaikan
tangannya sambil mendoakannmu…”
“Tapi Bu…. Aku kan belum tahu sifatnnya. Bagaimana aku mengenalnya “ sang anak
menyela.
Sang Ibu menjawab “Nak…Jika kau ingin melihat kasih sayangnnya padamu,
lihatlah bagaimana ia memuliakan ayah bundanya. Jika kaun ingin tahu apakah
ia kasih terhadap anak-anakmu kelak, lihatlah perlakuannya terhadap adik
kakaknya”
“Lalu  bagaimana jika aku ingin memiliki istri secantik Aisyah, secerdas Anna dan
setulus Maryam seperti novel yang fenomenal itu?” Sambil tersipu sang anak
bertanya . “Kau harus memiliki jiwa setegar Azzam juga berilmu dan sebijak fahri,”
jawab sang Ibu.
Sang anak termenung sejenak…
Sang Ibu menandaskan kembali,..
 
“Nak…jodohmu sudah ada di tangannya. Jangan pernah khawatir. Khwatirlah
jika kau belum bisa memperbaiki diri. Khwatirlah bila kau belum pantas menjadi
suami bagi pendampingmu. Khwatirlah jika ibadahmu hanya tuk dilihat olehnya.
Padahal Dia yang memberikannya untukmu…
Nak, perbaiki akhlakmu, maka kau kan dapatkan gadis pujaaan hatimu.
Luruskan niatmu, maka kau kan dapatkan bidadari dunia akhiratmu.
Sempurnakan ikhtiarmu, maka jodohmu kan mendekat padamu” Pesan sang Ibu . .

Minggu, 03 November 2013

Seperti Apakah Cinta Kita....???


Di dalam kitab Bahjah al-majalis yang ditulisnya, Ibnu Abdil Barr menyatakan bahwa Cinta adalah kepuasan yang diciptakan dalam roh. Cinta adalah hakikat arti dari apa yang dihasilkan oleh semburat cahaya bintang-bintang. Cinta selalu disambut oleh roh dengan segala kelembutan esensinya.  Seorang laki-laki badui pernah berkata bahwa cinta adalah sahabat bagi jiwa dan teman bicara yang baik bagi akal. Cinta disembunyikan oleh hati dan dilayani oleh segenap panca indera. Bahkan hakikat cinta adalah gerakan jiwa yang mencintai terhadap yang dicintainya.

Abdillah ibn Thahir yang menjabat sebagai gubernur kurasan pernah berkata kepada anak-anaknya : “Rasakanlah cinta, niscaya kalian akan berjaya, dan jagalah kehormatan, niscaya kalian akan mulia”.


Setelah mendengar beberapa penuturan beberapa ahli Balaghah, Qudamah lalu berkata: cinta dapat membuat pengucut menjadi pemberani, orang kedekut menjadi dermawan, menjernihkan pikiran seorang pander, membuat lidah orang tolol menjadi petah, menguatkan tekat orang lemah, menundukkan keperkasaan para raja, serta menampakkan kehebatan para pemberani. Cinta adalah penyeru ke arah tata krama serta menjadi gerbang utama membuat pikiran dan kecerdasan. Kepada cintalah segalah kegundahan menjadi tenang, sebagaimana akhlak dan watak akan menjadi tertata. Cinta akan membuat siapapun yang mendekatinya akan merasa gembira dan akan menyayangi siapapun yang bersahabat dengannya. Cintalah yang memiliki ketentraman yang mampu merasuk kedalam jiwa, sebagaimana ia pula yang memiliki kesenangan yang akan bersemayam di dalam kalbu.


Al-Marzubani berkata bahwa pada suatu ketika abu Naufal pernah ditanya oleh seseorang; “ apakah seseorang bisa menghindar dari cinta?” Abu Naufal lalu menjawab ; “ bisa ! asalkan dia orang yang hatinya keras, sikapnya kasar, tidak memiliki kelebihan apapun dan otaknya tumpul. Ali ibn Abdah berkata : “ tidaklah mungkin seseorang sanggup menghindar dari cinta, kecuali yang bersangkutan adalah orang yang kasar, kurang waras akalnya, tidak mempunyai gairah hidup atau memiliki tabiat yang menyimpang.”          

Dikisahkan bahwa fudhail menemui putrinya yang sedang sakit. Putrinya bertanya; “Wahayai ayah, apakah engkau mencintaiku?”
Fudhail menjawab : “Ya…”
Tapi putrinya langsung menukas :” Tiada Tuhan selain Allah, Demi Allah aku tidak menyangka engkau memiliki sikap seperti itu, dan juga aku tidak menyangka engkau bisa mencintai seseorang di samping kecintaanmu kepada Allah. oleh sebab itu, tunggalkanlah Allah dalam cinta dan cukuplah untukku kasih sayangmu, atau hendaklah cintamu kepadaku itu adalah sebagai cinta karena rasa kasih sayang yang telah disematkan oleh Allah didalam hati seorang ayah kepada anaknya, bukan cinta disamping cintanya kepada allah. Dengan kata lain hendaknya kecintaan kepada Allah lebih tinggi dan diatas segala-galanya daripada sesuatu yang lain. Karena Allah mempunyai hak untuk dicintai dengan cinta yang tidak boleh ada sekutu selain-NYA di dalam cinta itu. Dan kezaliman yang paling zalim adalah meletakkan cinta itu bukan pada tempatnya dan menyekutukan Allah dengan yang selain Dia didalam Cinta itu”.
Ketahuilah Allah maha tinggi dari apa yang mereka persekutukan….

Sampai ketemu dipuncak kawan



Lama tak berjumpa kawan,

Bukan melupakan dan tidak ada yang terlupakan.

Kita telah memilih jalan yang sama menuju puncak untuk mengibarkan bendera kesuksesan.

Angkuh dan kesombongan seorang pendaki akan digilas oleh alam.

Tetap tawadu mengayungkan langkah kawan.

Jika kita berpisah ditengah perjalanan, lanjutkan saja perjalananmu kawan.

Jika kau tetap menungguku kau akan bosan menantiku.

Lanjutkan saja perjalananmu...... !!!!!!

Bukankah kita memiliki kompas yang akan mengarahkan langkah ini pada puncak yang sama?

Bukankah kita memiliki bendera yang sama untuk kita kibarkan pada puncak yang sama?

Semoga cuaca baik menyertai pendakian ini kawan.

Rahmatullah Andi Arno / Makassar, 03/09/2013 : 03.09 AM

Jumat, 01 November 2013

Puisi (Cahaya Bulan) - Nicholas Saputra


akhirnya semua akan tiba pada suatu hari yang biasa
pada suatu ketika yang telah lama kita ketahui
apakah kau masih selembut dahulu
memintaku minum susu dan tidur yang lelap
sambil membenarkan letak leher kemejaku

kabut tipispun turun pelan-pelan di lembah kasih
lembah Mandalawangi
kau dan aku tegak berdiri, melihat hutan-hutan yang menjadi suram
meresapi belaian angin yang menjadi dingin

apakah kau masih membelaiku semesra dahulu
ketika kudekap, kau dekaplah lebih mesra
lebih dekat
apakah kau masih akan berkata
ku dengar detak jantungmu

kita begitu berbeda dalam semua
kecuali dalam cinta

cahaya bulan menusukku
dengan ribuan pertanyaan
yang takkan pernah ku tahu
dimana jawaban itu
bagai letusan berapi
bangunkan ku dari mimpi
sudah waktunya berdiri
mencari jawaban kegelisahan hati
Soe Hok Gie

Rabu, 30 Oktober 2013

Cinta VS Waktu

SETIAP "CINTA" PUNYA WAKTU
WAKTU BUKANLAH MILIK KITA
Imam As-suyuti berkata "CINTA ADALAH PERCAMPURAN
JIWA DENGAN JIWA
SEBAGAIMANA PENCAMPURAN AIR DENGAN AIR".
Jadi CINTAku HANYA MENUNGGU PEMILIK WAKTU MENYATUKAN JIWAKU DENGAN JIWANYA PADA WAKTU YANG TEPAT.

Selasa, 29 Oktober 2013

"Foya 19thn fadilah=fatin dillah "


Kencang sang waktu berlalu
Tak mampu di perlambat lajunya
Berjalan sesuai sunnahnya
Denting pergantian waktu malam ini
Tepat kau berusia 19 tahun
Tidaklah berupa bunga
Tidak pula sebuah boneka kesukaanmu
Hanya sebait puisi yang kutulis dengan pena harapan
Hanya seuntai doa yang kupanjatkan pada Tuhan
Semoga Tuhan senantiasa mengutus malaikatnya
Untuk menjaga dan menuntun langkahmu
Semoga langkahmu berkah
Agama untuk Tuhan untuk orang tuamu
Happy Birthday Ardilla mahrik 25 Oktober 1994

Rahmatullah Andi Arno / Makassar 25.10.13