Minggu, 30 Maret 2014

INTELEKTUALITAS AKAN LUMPUH AKIBAT VIRUS ITU "......" . RASIO TIDAKLAH BOLEH MENDOMINASI RASA. HARUS ADA KONSEP KESEIMBANGAN KEDUANYA. SEBAB TUHAN PUN MENCIPTA SEMESTA DENGAN KESEIMBANGAN. @aramtul.

Kamis, 06 Februari 2014

Gelora Putih abu-abu




Putih abu-abu, Itulah identitas kami
Semangat yang menggebu, Itulah keseharian kami
Prestasi dan arogansi penghias jalan yang kami lewati
Merasa terhebat adalah hal terindah untuk aktualisasi diri

Hitam putih kehidupan kami jadikan abu-abu
Menang jadi arang, kalah jadi abu bukan lagi suatu yang tabu
Hitam dan putih kami jadikan satu
Tak ada rasa ragu untuk melewati jalan yang berdebu

Berjuta kisah persahabatan
Berjuta kisah kasih
Berbohong dan berhianat
Melihat dan belajar
Berjuang dan jatuh
Tertawa dan terluka
Hingga Cinta dan dosa

Dan tiba saatnya hari ini kita berkumpul disini
Satu tekad, satu tujuan untuk menggapai puncak
Sebab ini adalah lembah dan bukit terakhir yang harus kita
taklukkan.
Hanya ada dua pilihan kawan…!!!
Tergelincir kejurang atau kita menggapai puncak…!
Satukan semangat yang selama ini menggelora di jiwamu kawan
Hingga saatnya tiba moment yang paling indah yang kita nantikan
Dimana Rasa haru telah mengalahkan ego
Puncak itu menunggu kita untuk proklamasikan kemenangan.

Rahmatullah Andi Arno / Makassar, 6 februari 2014

Senin, 27 Januari 2014

Agen perubahan “katanya”


Sebuah predikat yang di sandangkan pada pundak kalian.
Akankah kalian takut pada kematian.
Sebab kalian adalah kaum pada garda terdepan.
Untuk  sebuah perubahan.

Apakah kalian tidak malu dengan predikat kalian.
Kalian teriakkan kebersamaan .
Sementara diwaktu yang sama, kalian nodai dengan aksi tawuran.
Kalian teriakkan persaudaraan.
Sementara diwaktu yang sama, saling membunuh diantara kalian.
Sungguh miris rasanya menyaksikan.

Tri dharma perguruan tinggi adalah edentitas kalian.
Tiga kebaikan yang harus kalian tunaikan.
Lantas kenapa kalian hilang kepekaaan.
Mendengar dan menyaksikan mereka mati kelaparan.
Apakah kalian terlalu kenyang hingga ketiduran,
dan tak mampu lagi bangun membuat perubahan.

Darah juang harus terus berkumandang.
Alam pun bersaksi, akan sebuah perjuangan.
Sebab rakyat butuh pencerahan, dari kelamnya dunia perpolitikan.
Dimanakah kalian agen perubahan.
Apakah kalian ikut pada arus pembodohan.
Sungguh miris rasanya mendengarkan.

Darah juang harus terus berkumandang.
Sebab kalian adalah agen perubahan.
Turun kejalan adalah sebuah keharusan,
Lantang meneriakkan kata perlawanan,
Jika janji manis mereka telah di dustakan.
Bergerak satukan langkah KRITIS, BERKARYA pada ZONA KEBAIKAN.

Rahmatullah Andi Arno/ Makassar, 14.01.14